Jumat, 12 Agustus 2011

Sejarah Internet Indonesia

Sejarah internet Indonesia dimulai pada awal tahun 1990-an. Saat itu jaringan internet di Indonesia lebih dikenal sebagai paguyuban network, dimana semangat kerjasama, kekeluargaan & gotong royong sangat hangat dan terasa di antara para pelakunya. Agak berbeda dengan suasana Internet Indonesia pada perkembangannya kemudian yang terasa lebih komersial dan individual di sebagian aktivitasnya, terutama yang melibatkan perdagangan Internet. Sejak 1988, ada pengguna awal Internet di Indonesia yang memanfaatkan CIX (Inggris) dan Compuserve (AS) untuk mengakses internet.

Awal Internet Indonesia

Berdasarkan catatan whois ARIN dan APNIC, protokol Internet (IP) pertama dari Indonesia, UI-NETLAB (192.41.206/24) didaftarkan oleh Universitas Indonesia pada 24 Juni 1988. RMS Ibrahim, Suryono Adisoemarta, Muhammad Ihsan, Robby Soebiakto, Putu, Firman Siregar, Adi Indrayanto, dan Onno W. Purbo merupakan beberapa nama-nama legendaris di awal pembangunan Internet Indonesia di tahun 1992 hingga 1994. Masing-masing personal telah mengontribusikan keahlian dan dedikasinya dalam membangun cuplikan-cuplikan sejarah jaringan komputer di Indonesia.
Tulisan-tulisan tentang keberadaan jaringan Internet di Indonesia dapat dilihat di beberapa artikel di media cetak seperti KOMPAS berjudul "Jaringan komputer biaya murah menggunakan radio"[1] di bulan November 1990. Juga beberapa artikel pendek di Majalah Elektron Himpunan Mahasiswa Elektro ITB di tahun 1989.

Internet Service Provider Indonesia

Di sekitar tahun 1994 mulai beroperasi IndoNet yang dipimpin oleh Sanjaya. IndoNet merupakan ISP komersial pertama Indonesia. Pada waktu itu pihak POSTEL belum mengetahui tentang celah-celah bisnis Internet & masih sedikit sekali pengguna Internet di Indonesia. Sambungan awal ke Internet dilakukan menggunakan dial-up oleh IndoNet, sebuah langkah yang cukup nekat barangkali. Lokasi IndoNet masih di daerah Rawamangun di kompleks dosen UI, kebetulan ayah Sanjaya adalah dosen UI. Akses awal di IndoNet mula-mula memakai mode teks dengan shell account, browser lynx dan email client pine pada server AIX.
Mulai 1995 beberapa BBS di Indonesia seperti Clarissa menyediakan jasa akses Telnet ke luar negeri. Dengan memakai remote browser Lynx di AS, maka pemakai Internet di Indonesia bisa akses Internet (HTTP).
Perkembangan terakhir yang perlu diperhitungkan adalah trend ke arah e-commerce dan warung internet yang satu & lainnya saling menunjang membuahkan masyarakat Indonesia yang lebih solid di dunia informasi. Rekan-rekan e-commerce membangun komunitasnya di beberapa mailing list utama seperti warta-e-commerce@egroups.com, mastel-e-commerce@egroups.com, e-commerce@itb.ac.id & i2bc@egroups.com.

Cuplikan-cuplikan Perjuangan IT & Internet Indonesia

Cuplikan dan catatan sejarah perjuangan Internet Indonesia dapat di baca di WikiBook Sejarah Internet Indonesia [2]di dalam internet terdapat hal-hal yang bermanfaat seperti informasi, artikel edukatif dan lain sebagainya

Pengguna Awal Internet Lewat CIX dan Compuserve

Sejak 1988, CIX (Inggris) menawarkan jasa E-mail dan Newsgroup. Belakangan menawarkan jasa akses HTTP dan FTP. Beberapa pengguna Internet memakai modem 1200 bps dan saluran telpon Internasional yang sangat mahal untuk mengakses Internet. Sejak 1989 Compuserve (AS) juga menawarkan jasa E-mail dan belakangan Newsgroup, HTTP/FTP. Beberapa pengguna Compuserve memakai modem yang dihubungkan dengan Gateway Infonet yang terletak di Jakarta. Biaya akses Compuserve masih mahal, tetapi jauh lebih murah dari CIX.

 

Minggu, 08 Mei 2011

KROMOSOM POLITEN

Kromatin dan Kromosom
Kromatin adalah benang halus dalam inti prokariot dan eukariot, mengandung materi genetic, dan terdiri dari nucleoprotein, yaitu gabungan asam nukleat berupa DNA dan protein berupa histon dan nonhiston (Yatim,1992).
Jika sel akan membelah, mitosis maupun meiosis, pada profase menjadi kondensasi atau pemadatan super lilitan DNA bersama protein histon dan nonhistonya, sehingga setiap utas kromatin menjadi pendek dan jelas tampak dimikroskop cahaya yang disebut kromosom..
Ada dua macam kromosom yaitu autosom dan gonosom. Autosom adalah kromosom biasa atau kromosom somatik, tidak berperan dalam pertumbuhan seks dan gonosom adalah kromosom seks, berperan dalam menentukan pertumbuhan seks. Jumlah kromosom pada drosophila ada 8 buah atau 4 pasang, dengan 3 pasang autosom dan 2 pasang gonosom. Gonosom ada dua macam X dan Y.
Satu kromosom terdiri dari dua bagian, yaitu: legan dan sentromer. Pada umumnya tiap kromosom memiliki dua lengan, dengan sentromer sebagai titik pusat. Berdasarkan pada panjang kedua lengan terhadap sentromer maka kromosom dapat dibedakan menjadi 4 golongan, yaitu:
  • Metasentrik, kedua lengan sama panjang.
  • Sub metasentrik, salah satu lengan sedikit lebih pendek.
  • Akrosentrik, salah satu lengan jauh lebih pendek daripada lengan yang lainnya.
  • Telosentrik, jika lengan satu atau dua sedang yang lainnya pendek sekali.
Dengan tekhnik pewarnaan tertentu kini orang dapat menimbulkan pita-pita gelap terang yang tegak lurus terhadap poros kromosom pada sediaan sebaran meta fase, terutama pada kromosom politen. Ternyata untuk tiap macam kromosom letak dan tebal pita itu tertentu, sehingga menjadi cirri masing-masing kromosom.
Kromosom Politen
Biasanya kromosom tidak tampak sebagai suatu unit yang berpasangan kecuali pada saat sinapsis dalam proses meiosis. Tetapi pada larva serangga diptera, kromosom pada kelenjar ludah saling tarik menarik pada saat replikasi dan tetap bersama-sama sebagai ikatan.
Kromosom raksasa terlihat pada larva sejak 1881 pertama kali ditemukan oleh Balbiani yang melihat suatu susunan sel-sel yang sangat besar pada kelenjar ludah dari larva drosophila. Kelenjar ludah (Salivary glands) tersusun dari sel-sel yang sangat besar selama perkembangan larva, namun tidak mengalami pembelahan, hanya terus membesar mengikuti perkembangan larva.
Kromosom-kromosom itu terlihat sebagai benda besar yang terpilin 150-200 kali lebih panjang dan volumenya 1000-2000 kali lebih besar dari sel somatik dan sel gamet yang lain. Tidak ada arti genatik yang berhubungan dengan adanya kromosom tersebut sampai pada tahun 1930 ketika terlihat ada garis-garis yang ada hubunganya dengan urutan gen. Kromosom ini terlihat lebih tebal daripada kromosom biasa dan memiliki 5 lengan panjang yang keluar dari suatu bagian yang dinamakan kromosenter.
Pada permulaan interfase dari sel somatik, kromosom masih berbentuk panjang dan tipis, kemudian membelah kira-kira pada pertengahan interfase seperti sel lain pada umumnya, tetapi karena suatu sebab kromosom menjadi berpasangan dan profase tidak pernah berlangsung sehingga sel-sel tumbuh membesar lalu terjadi pembelahan kedua, ketiga dan seterusnya sehingga terbentuk lebih dari 1000 molekul DNA double helix yang saling melilit atau berpilin dan menjadi tebal. Hal ini dapat terlihat dengan cukup jelas karena kromosom masih dalam keadaan sinapsis.
Pada kromosom kelenjar ludah, semua sentromer ditambah bagian heterokromatin yang letaknya dekat dengan sentromer dan keduanya tergabung sebagai kromosenter. Bagian terbesar dari gen-gen terletak di bagian heterokromatin dalam kromosenter. Lima lengan yang tampak pada kromosom kelenjar ludah tersebut terdiri dari dua kromosom nomor 2, dua kromosom nomor 3 dan sebuah kromosom X sebab sentromernya terminal. Kromosom nomor 4 sulit dibedakan dari kromosenter karena sangat pendek.
Kromosom kelenjar ludah adalah diploid (2n) sehingga semua kromosom didalamnya mengalami penggandaan, tetapi akibat adanya sinapsis dari kromosom homolog maka, kromosom-kromosom tersebut tidak nyata terlihat ganda.
Kromosom-kromosom politen memperlihatkan pola yang berlainan daripada kromosom biasa karena kromosom sel kelenjar ludah terdiri dari pita-pita yang berpilin yang tersusun atas daerah kromatis dan akromatis secara berseling. Lebar pita-pita kromatis dan akromatis berbeda, hal ini terjadi akibat peristiwa sinapsis kromosom homolog yang berlansung sedemikian rupa sehingga memperlihatkan kejadian pita ke pita, artinya pita dari satu kromosom akan terlihat sebaris dengan pita dari kromosom yang mengadakan sinapsis. Fenomena ini mempermudah untuk mengidentifikasi kelainan-kelainan kecil yang mungkin ada dalam struktur kromosom tersebut.
Pada pewarnaan DNA dapat dilihat banyak terdapat garis-garis berwarna gelap bergantian dengan garis-garis berwarna terang. Garis-garis tersebut berbeda lebar dan strukturnya sehingga daerah yang berbeda dapat diketahui melalui pola garisnya. Garis-garis ini diduga merupakan lokus gen.
Bridges (1930) menghubungkan pemetaan kromosom tautan yang ditentukan dari data pindah silang dengan pemetaan kromosom sitologis yang diperoleh dengan meletakkan gen pada posisinya yang terlihat oleh mata. Perubahan struktur seperti defisiensi dan duplikasi dapat terlihat dengan mudah pada kromosom ludah dengan adanya bentuk-bentuk melengkung. Garis-garis yang rangkap dan garis-garis yang hilang dapat terlihat, yang memungkinkan untuk menentukan letak lokus gen.

NB :
kromosom politen bisa disebut dengan kromosom raksasa. disebut kromosom raksasa karena sesungguhnya kromosom ini adalah kromosom interfase yang memiliki ukuran lebih panjang daripada kromosom metaphase sehingga kromosom ini dapat dilihat (pada fase interfase) dimana pada kondisi tersebut semua kromosom lain tidak terlihat.

Selasa, 12 April 2011

Fungsi investasi adalah kurva yang menunjukkan hubungan antara tingkat investasi dengan pendapatan nasional. Dalam hubungannya dengan pendapatan nasional, investasi dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu:

a. Investasi Otonom (Autonomous Investment)

Investasi otonom adalah investasi yang tidak dipengaruhi oleh adanya perubahan dalam pendapatan nasional maupun tingkat bunga. Jadi, tinggi rendahnya pendapatan nasional tidak menentukan jumlah investasi yang dilakukan oleh perusahaan
Berdasarkan kurva di samping, apabila suku bunga tinggi, jumlah investasi akan berkurang, sebaliknya suku bunga yang rendah akan mendorong lebih banyak investasi. Akibat dari perubahan suku bunga kepada investasi digambarkan oleh kurva l1 dan l2. Apabila suku bunga adalah ro jumlah investasi lo. Misalkan suku bunga turun ke r2, maka mengakibatkan pertambahan investasi menjadi l2, sebaliknya apabila suku bunga naik menjadi rl, Pendapatan maka akan mengakibatkan investasi turun, yaitu menjadi l1.


Menurut Joseph Allois Schumpeter investasi otonom (autonomous investment,) dipengaruhi oleh perkembangan-perkembangan yang terjadi di dalam jangka panjang seperti :

1. Tingkat keuntungan investasi yang diramalkan akan diperoleh.
2. Tingkat bunga.
3. Ramalan mengenai keadaan ekonomi di masa depan.
4. Kemajuan teknologi.
5. Tingkat pendapatan nasional dan perubahan-perubahannya.
Keuntungan yang diperoleh perusahaan-perusahaan.

b. Investasi Terpengaruh (Induced Investment)


Investasi terpengaruh adalah investasi yang didorong oleh adanya perubahan pendapatan nasional. Jika pendapatan nasional naik investasi juga akan naik, jika pendapat nasional turun maka investasi juga menurun. Peningkatan pendapatan nasional diikuti kenaikan investasi karena kenaikan pendapatan nasional akan membawa serta kenaikan konsumsi, sehingga produksi dan investasi juga bertambah.

Keseimbangan dalam perekonomian terjadi apabila:

1) Y = C + I, yaitu pendapatan nasional sama dengan konsumsi ditambah investasi.
2) I = S, yaitu investasi sama dengan tabungan.
Perhatikan kurva berikut!


Pada keadaan seimbang seperti pada kurva di samping dipenuhi syarat keseimbangan yaitu pendapatan sama dengan pengeluaran (C + I). Atau tabungan (S) sama dengan pengeluaran investasi sektor swasta (I). Sedangkan Y = E merupakan syarat keseimbangan perekonomian, yaitu pendapatan sama dengan pengeluaran.

Global Warming

Upaya penanggulangan global warming di sekolah :

1. Pengadaan Car Free Day di sekolah

yang bertujuan untuk mensosialisasikan kepada masyarakat untuk menurunkan ketergantungan masyarakat khususnya siswa terhadap kendaraan bermotor. Kegiatan ini biasanya didorong oleh aktivis yang bergerak dalam bidang lingkungan dan transportasi. Dengan adanya car free day mengurangi kandungan gas buangan di udara, sehingga dapat mengurangi dampak dari pemanasan global.
2. Pendidikan karakter

yaitu penanaman nilai – nilai karakter kepada warga sekolah meliputi komponen pengetahuan dan kesadaran diri akan lingkungan. Dengan pendidikan karakter, membuat siswa akan memberikan kesadaran akan pentingnya penyelamatan lingkungan dari dampak global warming dan membuat siswa berpikir logis.

3. Penggunaan teknologi ramah lingkungan

Kemajuan teknologi menjadikan kehidupan lebih mudah dan menyenangkan, tapi dampak negatif kemajuan itu juga tidaklah sedikit, misalnya polusi yang menyebabkan kerusakan lingkungan dan pemborosan sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui.

Kehadiran teknologi ramah lingkungan adalah solusi bagi kehidupan berkesinambungan yang dapat dipertanggungjawabkan, kebutuhan akan hal itu adalah mutlak. Jika tidak , maka hal tersebut akan menjadi beban berat bagi generasi berikutnya dimana mereka akan mewarisi sampah polusi dan segudang masalah lingkungan yang mempengaruhi kehidupan paling dasar.

Berbagai teknologi ranah lingkungan telah berhasil diciptakan oleh siswa, diantaranya
a. knalpot ramah lingkungan

b. Lampu hemat energi


4. Penanaman pohon di sekolah dan pengadaan kebun sekolah












Sejarah Global Warming

Global Warming adalah adanya proses peningkatan suhu rata-rata atmosfer, laut, dan daratan Bumi.
Sebagian besar peningkatan suhu rata-rata global sejak pertengahan abad ke-20 kemungkinan besar disebabkan oleh meningkatnya konsentrasi gas-gas rumah kaca akibat aktivitas manusia melalui efek rumah kaca



Pemanasan Global atau Global warming, mulai menunjukan eksistensinya atau mencapai tingkat di atas normal di era industri dunia. Era industri yang kita kenal bermula dari negara Inggris yang terkenal dengan "The Balck Country" mempercepat permasalahan Global warming ini. Limbah-limbah hasil dari pembakaran, serpihan udara yang kotor mempercepat emisi gas karbon.
Mulai dekade 1900an mulai tercipta mobil-mobil, kendaraan cepat dan benda-benda yang melakukan pembakaran. Mulailah Global Warming semakin cepat dan semakin cepat. Teknologi yang berkembang semakin maju, limbah yang dikeluarkan juga semakin banyak dan merusak. Belum lagi masalah penebangan hutan secara ilegal memperparah global warming.
Untuk itu mari kita mengurangi permasalahan GLOBAL WARMING ini.

Jumat, 01 April 2011

Silabus IBO 2010 akan digunakan sebagai materi untuk International Biologi Olympiad ke-21 di Changwon, Korea pada bulan Juli 2010. Silabus tersebut juga menjadi bahan acuan seleksi untuk Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2009 di Jakarta, 3 - 8 Agustus 2009.


Materi Teori:

1.1 Biologi Sel (Molekuler, Mirkobiologi & Bioteknologi) (Bobot 20%)

  • Struktur dan fungsi sel
  • Komponen kimia sel
  • Organel-organel sel
  • Metabolisme sel
  • Sintesa protein
  • Transport melalui membran-membran
  • Mitosis dan Meiosis

1.2 Anatomi dan Fisiologi Tumbuhan (Fokus pada Tumbuhan Berbiji) (Bobot 15%)

(dengan penekanan pada tumbuhan-tumbuhan berbiji)

  • Struktur dan fungsi jaringan dan organ-organ yang terlibat dalam :
  • Fotosintetsis, transpirasi dan pertukaran gas
  • Transport air, mineral dan bahan lainnya
  • Pertumbuhan dan Perkembangan
  • Reproduksi (Golongan Paku-pakuan termasuk Lumut)

1.3 Anatomi dan Fisiologi Hewan & Manusia (fokus pada Vertebrata) (Bobot 20%)

(dengan penekanan pada Vertebrata)

  • Struktur dan fungsi jaringan dan organ-organ yang terlibat dalam :
  • Pencernaan dan nutrisi
  • Respirasi, Sirkulasi dan Ekskresi
  • Pengaturan (saraf dan hormon)
  • Reproduksi dan Perkembangan
  • Imunitas

1.4 Etologi (Perilaku) (Bobot 5%)

  • Sistem perilaku, Penyebab perilaku
  • Perilaku Konflik dan Belajar

1.5 Genetika dan Evolusi (Bobot 15%)

  • Variasi : mutasi dan modifikasi
  • Hereditas Mendel
  • Alel multipel, rekombinan dan keterpautan sex (sex linkage)
  • Prinsip Hardy-Weinberg
  • Mekanisme evolusi

1.6 Ekologi (termasuk biosfer dan manusia) (Bobot 15%)

  • Ekosistem
  • Makanan dan hubungannya
  • Aliran energi, siklus-siklus biogeokimia
  • Suksesi
  • Struktur Populasi dan Dinamika Populasi
  • Biosfer dan Manusia

1.7 Biosistematika (Bobot 10%)

Struktur dan fungsi : hubungan evolusi dan ekologi diantara berbagai tipe organisme dalam berbagai kelompok

Senin, 28 Maret 2011

DAFTAR NAMA ILMIAH :

I. MAMALIA (Menyusui)

  1. Anoa depressicornis Anoa dataran rendah, Kerbau pendek
  2. Anoa quarlesi Anoa pegunungan
  3. Arctictis binturong Binturung
  4. Arctonyx collaris Pulusan
  5. Babyrousa babyrussa Babirusa
  6. Balaenoptera musculus Paus biru
  7. Balaenoptera physalus Paus bersirip
  8. Bos sondaicus Banteng
  9. Capricornis sumatrensis Kambing Sumatera
  10. Cervus kuhli; Axis kuhli Rusa Bawean
  11. Cervus spp. Menjangan, Rusa sambar (semua jenis dari genus Cervus)
  12. Cetacea Paus (semua jenis dari famili Cetacea)
  13. Cuon alpinus Ajag
  14. Cynocephalus variegatus Kubung, Tando, Walangkekes
  15. Cynogale bennetti Musang air
  16. Cynopithecus niger Monyet hitam Sulawesi
  17. Dendrolagus spp. Kanguru pohon (semua jenis dari genus Dendrolagus)
  18. Dicerorhinus sumatrensis Badak Sumatera
  19. Dolphinidae Lumba-lumba air laut (semua jenis dari famili Dolphinidae)
  20. Dugong dugon Duyung
  21. Elephas indicus Gajah
  22. Felis badia Kucing merah
  23. Felis bengalensis Kucing hutan, Meong congkok
  24. Felis marmorota Kuwuk
  25. Felis planiceps Kucing dampak
  26. Felis temmincki Kucing emas
  27. Felis viverrinus Kucing bakau
  28. Helarctos malayanus Beruang madu
  29. Hylobatidae Owa, Kera tak berbuntut (semua jenis dari famili Hylobatidae)
  30. Hystrix brachyura Landak
  31. Iomys horsfieldi Bajing terbang ekor merah
  32. Lariscus hosei Bajing tanah bergaris
  33. Lariscus insignis Bajing tanah, Tupai tanah
  34. Lutra lutra Lutra
  35. Lutra sumatrana Lutra Sumatera
  36. Macaca brunnescens Monyet Sulawesi
  37. Macaca maura Monyet Sulawesi
  38. Macaca pagensis Bokoi, Beruk Mentawai
  39. Macaca tonkeana Monyet jambul
  40. Macrogalidea musschenbroeki Musang Sulawesi
  41. Manis javanica Trenggiling, Peusing
  42. Megaptera novaeangliae Paus bongkok
  43. Muntiacus muntjak Kidang, Muncak
  44. Mydaus javanensis Sigung
  45. Nasalis larvatus Kahau, Bekantan
  46. Neofelis nebulusa Harimau dahan
  47. Nesolagus netscheri Kelinci Sumatera
  48. Nycticebus coucang Malu-malu
  49. Orcaella brevirostris Lumba-lumba air tawar, Pesut
  50. Panthera pardus Macan kumbang, Macan tutul
  51. Panthera tigris sondaica Harimau Jawa
  52. Panthera tigris sumatrae Harimau Sumatera
  53. Petaurista elegans Cukbo, Bajing terbang
  54. Phalanger spp. Kuskus (semua jenis dari genus Phalanger)
  55. Pongo pygmaeus Orang utan, Mawas
  56. Presbitys frontata Lutung dahi putih
  57. Presbitys rubicunda Lutung merah, Kelasi
  58. Presbitys aygula Surili
  59. Presbitys potenziani Joja, Lutung Mentawai
  60. Presbitys thomasi Rungka
  61. Prionodon linsang Musang congkok
  62. Prochidna bruijni Landak Irian, Landak semut
  63. Ratufa bicolor Jelarang
  64. Rhinoceros sondaicus Badak Jawa
  65. Simias concolor Simpei Mentawai
  66. Tapirus indicus Tapir, Cipan, Tenuk
  67. Tarsius spp. Binatang hantu, Singapuar (semua jenis dari genus Tarsius)
  68. Thylogale spp. Kanguru tanah (semua jenis dari genus Thylogale)
  69. Tragulus spp. Kancil, Pelanduk, Napu (semua jenis dari genus Tragulus)
  70. Ziphiidae Lumba-lumba air laut (semua jenis dari famili Ziphiidae)

II. AVES (Burung)

  1. Accipitridae Burung alap-alap, Elang (semua jenis dari famili Accipitridae)
  2. Aethopyga exima Jantingan gunung
  3. Aethopyga duyvenbodei Burung madu Sangihe
  4. Alcedinidae Burung udang, Raja udang (semua jenis dari famili Alcedinidae)
  5. Alcippe pyrrhoptera Brencet wergan
  6. Anhinga melanogaster Pecuk ular
  7. Aramidopsis plateni Mandar Sulawesi
  8. Argusianus argus Kuau
  9. Bubulcus ibis Kuntul, Bangau putih
  10. Bucerotidae Julang, Enggang, Rangkong, Kangkareng (semua jenis dari famili Bucerotidae)
  11. Cacatua galerita Kakatua putih besar jambul kuning
  12. Cacatua goffini Kakatua gofin
  13. Cacatua moluccensis Kakatua Seram
  14. Cacatua sulphurea Kakatua kecil jambul kuning
  15. Cairina scutulata Itik liar
  16. Caloenas nicobarica Junai, Burung mas, Minata
  17. Casuarius bennetti Kasuari kecil
  18. Casuarius casuarius Kasuari
  19. 89 Casuarius unappenddiculatus Kasuari gelambir satu, Kasuari leher kuning
  20. Ciconia episcopus Bangau hitam, Sandanglawe
  21. Colluricincla megarhyncha Burung sohabe coklat
  22. Crocias albonotatus Burung matahari
  23. Ducula whartoni Pergam raja
  24. Egretta sacra Kuntul karang
  25. Egretta spp. Kuntul, Bangau putih (semua jenis dari genus Egretta)
  26. Elanus caerulleus Alap-alap putih, Alap-alap tikus
  27. Elanus hypoleucus Alap-alap putih, Alap-alap tikus
  28. Eos histrio Nuri Sangir
  29. Esacus magnirostris Wili-wili, Uar, Bebek laut
  30. Eutrichomyias rowleyi Seriwang Sangihe
  31. Falconidae Burung alap-alap, Elang (semua jenis dari famili Falconidae)
  32. Fregeta andrewsi Burung gunting, Bintayung
  33. Garrulax rufifrons Burung kuda
  34. Goura spp. Burung dara mahkota, Burung titi, Mambruk (semua jenis dari genus Goura)
  35. Gracula religiosa mertensi Beo Flores
  36. Gracula religiosa robusta Beo Nias
  37. Gracula religiosa venerata Beo Sumbawa
  38. Grus spp. Jenjang (semua jenis dari genus Grus)
  39. Himantopus himantopus Trulek lidi, Lilimo
  40. Ibis cinereus Bluwok, Walangkadak
  41. Ibis leucocephala Bluwok berwarna
  42. Lorius roratus Bayan
  43. Leptoptilos javanicus Marabu, Bangau tongtong
  44. Leucopsar rothschildi Jalak Bali
  45. Limnodromus semipalmatus Blekek Asia
  46. Lophozosterops javanica Burung kacamata leher abu-abu
  47. Lophura bulweri Beleang ekor putih
  48. Loriculus catamene Serindit Sangihe
  49. Loriculus exilis Serindit Sulawesi
  50. Lorius domicellus Nori merah kepala hitam
  51. Macrocephalon maleo Burung maleo
  52. Megalaima armillaris Cangcarang
  53. Megalaima corvina Haruku, Ketuk-ketuk
  54. Megalaima javensis Tulung tumpuk, Bultok Jawa
  55. Megapoddidae Maleo, Burung gosong (semua jenis dari famili Megapododae)
  56. Megapodius reintwardtii Burung gosong
  57. Meliphagidae Burung sesap, Pengisap madu (semua jenis dari famili Meliphagidae)
  58. Musciscapa ruecki Burung kipas biru
  59. Mycteria cinerea Bangau putih susu, Bluwok
  60. Nectariniidae Burung madu, Jantingan, Klaces (semua jenis dari famili Nectariniidae)
  61. Numenius spp. Gagajahan (semua jenis dari genus Numenius)
  62. Nycticorax caledonicus Kowak merah
  63. Otus migicus beccarii Burung hantu Biak
  64. Pandionidae Burung alap-alap, Elang (semua jenis dari famili Pandionidae)
  65. Paradiseidae Burung cendrawasih (semua jenis dari famili Paradiseidae)
  66. Pavo muticus Burung merak
  67. Pelecanidae Gangsa laut (semua jenis dari famili Pelecanidae)
  68. Pittidae Burung paok, Burung cacing (semua jenis dari famili Pittidae)
  69. Plegadis falcinellus Ibis hitam, Roko-roko
  70. Polyplectron malacense Merak kerdil
  71. Probosciger aterrimus Kakatua raja, Kakatua hitam
  72. Psaltria exilis Glatik kecil, Glatik gunung
  73. Pseudibis davisoni Ibis hitam punggung putih
  74. Psittrichas fulgidus Kasturi raja, Betet besar
  75. Ptilonorhynchidae Burung namdur, Burung dewata
  76. Rhipidura euryura Burung kipas perut putih, Kipas gunung
  77. Rhipidura javanica Burung kipas
  78. Rhipidura phoenicura Burung kipas ekor merah
  79. Satchyris grammiceps Burung tepus dada putih
  80. Satchyris melanothorax Burung tepus pipi perak
  81. Sterna zimmermanni Dara laut berjambul
  82. Sternidae Burung dara laut (semua jenis dari famili Sternidae)
  83. Sturnus melanopterus Jalak putih, Kaleng putih
  84. Sula abbotti Gangsa batu aboti
  85. Sula dactylatra Gangsa batu muka biru
  86. Sula leucogaster Gangsa batu
  87. Sula sula Gangsa batu kaki merah
  88. Tanygnathus sumatranus Nuri Sulawesi
  89. Threskiornis aethiopicus Ibis putih, Platuk besi
  90. Trichoglossus ornatus Kasturi Sulawesi
  91. Tringa guttifer Trinil tutul
  92. Trogonidae Kasumba, Suruku, Burung luntur
  93. Vanellus macropterus Trulek ekor putih

III. REPTILIA (Melata)

  1. Batagur baska Tuntong
  2. Caretta caretta Penyu tempayan
  3. Carettochelys insculpta Kura-kura Irian
  4. Chelodina novaeguineae Kura Irian leher panjang
  5. Chelonia mydas Penyu hijau
  6. Chitra indica Labi-labi besar
  7. Chlamydosaurus kingii Soa payung
  8. Chondropython viridis Sanca hijau
  9. Crocodylus novaeguineae Buaya air tawar Irian
  10. Crocodylus porosus Buaya muara
  11. Crocodylus siamensis Buaya siam
  12. Dermochelys coriacea Penyu belimbing
  13. Elseya novaeguineae Kura Irian leher pendek
  14. Eretmochelys imbricata Penyu sisik
  15. Gonychephalus dilophus Bunglon sisir
  16. Hydrasaurus amboinensis Soa-soa, Biawak Ambon, Biawak pohon
  17. Lepidochelys olivacea Penyu ridel
  18. Natator depressa Penyu pipih
  19. Orlitia borneensis Kura-kura gading
  20. Python molurus Sanca bodo
  21. Phyton timorensis Sanca Timor
  22. Tiliqua gigas Kadal Panan
  23. Tomistoma schlegelii Senyulong, Buaya sapit
  24. Varanus borneensis Biawak Kalimantan
  25. Varanus gouldi Biawak coklat
  26. Varanus indicus Biawak Maluku
  27. Varanus komodoensis Biawak komodo, Ora
  28. Varanus nebulosus Biawak abu-abu
  29. Varanus prasinus Biawak hijau
  30. Varanus timorensis Biawak Timor
  31. Varanus togianus Biawak Togian

IV. INSECTA (Serangga)

  1. Cethosia myrina Kupu bidadari
  2. Ornithoptera chimaera Kupu sayap burung peri
  3. Ornithoptera goliath Kupu sayap burung goliat
  4. Ornithoptera paradisea Kupu sayap burung surga
  5. Ornithoptera priamus Kupu sayap priamus
  6. Ornithoptera rotschldi Kupu burung rotsil
  7. Ornithoptera tithonus Kupu burung titon
  8. Trogonotera brookiana Kupu trogon
  9. Troides amphrysus Kupu raja
  10. Troides andromanche Kupu raja
  11. Troides criton Kupu raja
  12. Troides haliphron Kupu raja
  13. Troides helena Kupu raja
  14. Troides hypolitus Kupu raja
  15. Troides meoris Kupu raja
  16. Troides miranda Kupu raja
  17. Troides plato Kupu raja
  18. Troides rhadamantus Kupu raja
  19. Troides riedeli Kupu raja
  20. Troides vandepolli Kupu raja

V. PISCES (Ikan)

  1. Homaloptera gymnogaster Selusur Maninjau
  2. Latimeria chalumnae Ikan raja laut
  3. Notopterus spp. Belida Jawa, Lopis Jawa (semua jenis dari genus Notopterus)
  4. Pritis spp. Pari Sentani, Hiu Sentani (semua jenis dari genus Pritis)
  5. Puntius microps Wader goa
  6. Scleropages formasus Peyang malaya, Tangkelasa
  7. Scleropages jardini Arowana Irian, Peyang Irian, Kaloso

VI. ANTHOZOA

  1. Anthiphates spp. Akar bahar, Koral hitam (semua jenis dari genus Anthiphates)

VII. BIVALVIA

  1. Birgus latro Ketam kelapa
  2. Cassis cornuta Kepala kambing
  3. Charonia tritonis Triton terompet
  4. Hippopus hippopus Kima tapak kuda, Kima kuku beruang
  5. Hippopus porcellanus Kima Cina
  6. Nautilus popillius Nautilus berongga
  7. Tachipleus gigas Ketam tapak kuda
  8. Tridacna crocea Kima kunia, Lubang
  9. Tridacna derasa Kima selatan
  10. Tridacna gigas Kima raksasa
  11. Tridacna maxima Kima kecil
  12. Tridacna squamosa Kima sisik, Kima seruling
  13. Trochus niloticus Troka, Susur bundar
  14. Turbo marmoratus Batu laga, Siput hijau


TUMBUHAN

I. PALMAE

  1. Amorphophallus decussilvae Bunga bangkai jangkung
  2. Amorphophallus titanum Bunga bangkai raksasa
  3. Borrassodendron borneensis Bindang, Budang
  4. Caryota no Palem raja/Indonesia
  5. Ceratolobus glaucescens Palem Jawa
  6. Cystostachys lakka Pinang merah Kalimantan
  7. Cystostachys ronda Pinang merah Bangka
  8. Eugeissona utilis Bertan
  9. Johanneste ijsmaria altifrons Daun payung
  10. Livistona spp. Palem kipas Sumatera (semua jenis dari genus Livistona)
  11. Nenga gajah Palem Sumatera
  12. Phoenix paludosa Korma rawa
  13. Pigafatta filaris Manga
  14. Pinanga javana Pinang Jawa

II. RAFFLESSIACEA

  1. Rafflesia spp. Rafflesia, Bunga padma (semua jenis dari genus Rafflesia)

III. ORCHIDACEAE

  1. Ascocentrum miniatum Anggrek kebutan
  2. Coelogyne pandurata Anggrek hitan
  3. Corybas fornicatus Anggrek koribas
  4. Cymbidium hartinahianum Anggrek hartinah
  5. Dendrobium catinecloesum Anggrek karawai
  6. Dendrobium d’albertisii Anggrek albert
  7. Dendrobium lasianthera Anggrek stuberi
  8. Dendrobium macrophyllum Anggrek jamrud
  9. Dendrobium ostrinoglossum Anggrek karawai
  10. Dendrobium phalaenopsis Anggrek larat
  11. Grammatophyllum papuanum Anggrek raksasa Irian
  12. Grammatophyllum speciosum Anggrek tebu
  13. Macodes petola Anggrek ki aksara
  14. Paphiopedilum chamberlainianum Anggrek kasut kumis
  15. Paphiopedilum glaucophyllum Anggrek kasut berbulu
  16. Paphiopedilum praestans Anggrek kasut pita
  17. Paraphalaenopsis denevei Anggrek bulan bintang
  18. Paraphalaenopsis laycockii Anggrek bulan Kaliman Tengah
  19. Paraphalaenopsis serpentilingua Anggrek bulan Kaliman Barat
  20. Phalaenopsis amboinensis Anggrek bulan Ambon
  21. Phalaenopsis gigantea Anggrek bulan raksasa
  22. Phalaenopsis sumatrana Anggrek bulan Sumatera
  23. Phalaenopsis violacose Anggrek kelip
  24. Renanthera matutina Anggrek jingga
  25. Spathoglottis zurea Anggrek sendok
  26. Vanda celebica Vanda mungil Minahasa
  27. Vanda hookeriana Vanda pensil
  28. Vanda pumila Vanda mini
  29. Vanda sumatrana Vanda Sumatera

IV. NEPHENTACEAE

  1. Nephentes spp. Kantong semar (semua jenis dari genus Nephentes)

V. DIPTEROCARPACEAE

  1. Shorea stenopten Tengkawang
  2. Shorea stenoptera Tengkawang
  3. Shorea gysberstiana Tengkawang
  4. Shorea pinanga Tengkawang
  5. Shorea compressa Tengkawang
  6. Shorea semiris Tengkawang
  7. Shorea martiana Tengkawang
  8. Shorea mexistopteryx Tengkawang
  9. Shorea beccariana Tengkawang
  10. Shorea micrantha Tengkawang
  11. Shorea palembanica Tengkawang
  12. Shorea lepidota Tengkawang
  13. Shorea singkawang Tengkawang

Minggu, 27 Maret 2011

Urutan Taksonomi

BIOLOGY

Dibedakan menjadi 3 :

1

Sistem Klasifikasi Alamiah

- diciptakan oleh Theophrastus (370SM - 285SM), salah satu
murid Aristoteles
- didasarkan pada bentuk yang dapat dilihat dengan mata biasa
(morfologi)

- tumbuhan dibagi menjadi 4 kelompok : pohon, semak, perdu
dan herba

2

Sistem Klasifikasi Buatan

- diciptakan oleh Carolus Linnaeus (1707-1778), ilmuwan swedia
- dikenal sebagai Bapak Klasifikasi
- dasar yang digunakan adalah alat reproduksi seksual, dasar lain
yang digunakan adalah morfologi.
- merupakan penggolongan mahluk hidup berdasarkan pengaruh-
nya terhadap manusia
- misalnya : beracun atau berguna, piaraan atau liar, gulma atau
sayuran.

3

Sistem Klasifikasi filogenetik

- diciptakan oleh Charles Darwin 1859, menerbitkan buku tentang
teori evolusi.
- Ia menyatakan bahwa persamaan struktur tubuh menunjukkan
hubungan kekerabatan yang lebih dekat.
- didasarkan urutan perkembangan mahluk hidup (filogeni) serta
mengetahui hubungan kekerabatan antara satu dengan yang
lainnya.

Petai cina

divisi:Magnoliophyta
Kelas:Magnoliopsida
Ordo:Fabales
Famili:Fabaceae
Subfamili:Mimosoideae
Genus:Leucaena
Spesies: L. Leucocephala

Kluwak
Kerajaan: Plantae
Divisi: Magnoliophyta
Kelas: Magnoliopsida
Ordo: Malpighiales
Famili: Achariaceae
Genus: Pangium
Spesies: P. Edule

Kingdom: Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas: Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Sub Kelas: Rosidae
Ordo: Fabales
Famili: Caesalpiniaceae
Genus: Caesalpinia
Spesies: Caesalpinia pulcherrima

Sphermatophyta
Angiospermae
Dicotyledonae
Malvales
Malvaceae
Hibiscus
Hibiscus rosasinensis

Kerajaan: Plantae
Divisi: Magnoliophyta
Ordo: Poales
Famili: Poaceae
Genus: Oryza
Spesies: O. Sativa

kacang hijau
Kerajaan: Plantae
Divisi: Magnoliophyta
Kelas: Magnoliopsida
Ordo: Fabales
Famili: Fabaceae
Genus: Vigna
Spesies: V. radiata


Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)

Kelas: Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
sub Kelas: Asteridae
Ordo: Solanales
Famili: Solanaceae (suku terung-terungan)
Genus: Solanum
Spesies: Solanum tuberosum L